Sungai Muhammad

(Sabtu, 5 September 2009)

Saya selalu terkenang pada momen ini. terbaring di samping Bapak, beberapa hari sebelum dia pergi. bapak bertanya sudah kemana saja saya berjalan. Saya lalu bercerita tentang pulau-pulau yang pernah saya datangi. Pada beberapa tempat yang saya sebut, Bapak bilang pernah menginjakkan kaki di sana juga. Seperti apa di sana sekarang? begitu selalu Bapak bertanya. Saya takjub, entah karena apa. Kami memang sama-sama pejalan, dengan cara masing-masing.

lalu tiba-tiba saya sadar ternyata tidak begitu mengenal dia. Justru di hari-hari terakhir hidupnya itu, baru muncul keinginan untuk tahu semua tentangnya. Banyak yang saya lewatkan, rupanya. Saya tak tahu dia pernah kemana saja, bagaimana dia bertemu dengan ibu saya, dan kenapa dia begitu ngotot melindungi seorang sahabatnya yang khianat dan membuat kehidupan kami nyaris porak poranda secara ekonomi.

Iya, saya tak terlalu mengenal dia.

Lalu kau muncul, Nak. berenang-renang di perut ibumu. Pemeriksaan USG kemarin, dokter bilang kamu mungkin laki-laki. baguslah. meski kalaupun engkau perempuan juga tak apa-apa. laki-laki atau perempuan, saya dan ibumu sudah punya nama untukmu. satu nama yang androgini. River.

dan saya sudah menyediakan banyak cerita untukmu. kelak akan jadi satu buku yang saya terbitkan sendiri. agar kau tak perlu mengulang kesalahanku. agar kau bisa mengenalku melebihi caraku mengenal ayahku.

Sungai Muhammad. Semoga kelak bisa saya bacakan kepadamu, dan sebaliknya ketika saya mulai tua dan pikun.

Iklan
Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: