Siapa itu yang Suka Main Mercon?

(Selasa, 21 Juli 2009)
Jumat pagi itu, aku tiba di depan Ritz Carlton dengan selamat, atas jasa tukang ojek yang melesat secepat Stoner. Padat sekali. Jalanan macet sangat sejak dari depan kantor. Melewati beberapa barikade polisi yang sebagian memberi jalan dan sebagian lagi mengusir.

Di TKP sudah sangat ramai. Yang pertama aku sadari adalah karyawan-karyawan hotel yang dikumpulkan di lapangan di depan Ritz Carlton. Juru masak, pembuka pintu, resepsionis, dan lain-lain, semuanya dikumpulkan, diberi pengarahan agar jangan panik. Seorang perempuan mengenakan topi koki, menangis sambil berbicara di handphonenya. Mungkin mengabari keluarganya bahwa dia masih hidup. Seorang karyawan hotel yang mungkin sehari-hari mendorong troli barang tamu, kini gantian didorong di atas kursi roda. Terluka.

Kaumku, para wartawan, simpang siur memburu siapapun yang bisa ditanya. Sebagian lagi memanjat ke atas atap, atau merangsek sedekat mungkin. Seorang petugas bersenjata berteriak. “itu garis polisi! Itu garis polisi!” menyuruh orang-orang untuk mundur. Suara sirene meraung-raung.

Seorang kawan menyodorkan gambar di Blackberrynya. Rekaman kejadian beberapa saat lalu. “Ini direktur Holchim,” katanya. tapi bukan gambar pria berdasi yang aku lihat, melainkan pria berdarah-darah di atas tandu, wajah sebelah kirinya hancur, dan pergelangan kaki kirinya lunglai hampir putus.

Apa lagi?
Ternyata ada banyak, ada Nathan, Gary, dan Evert yang pergi di hari yang sama anaknya lahir. Tontonlah di TV hari-hari belakangan ini. Kamu akan tahu. Kamu akan puas. Seperti bangsat kecil yang suka main mercon itu.

Iklan
Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: