Selai Mutiara

(Sabtu, 28 November 2009)
Seminggu yang lalu, aku membawamu ke konser pertamamu. Hanya sebuah pertunjukkan musik kecil sebenarnya, tapi mari kita sepakat menyebut itu konser. Digelar di bawah hujan gerimis di sebuah mini stage di parkir timur Senayan. Bittertone membawakan lagu-lagu Pearl Jam. Kami semua, penghayat dan pengamal selai mutiara, mendengarkan dengan khusuk. Ibumu duduk di kursi, yang sengaja kusiapkan agar dia tak terlalu lelah menopangmu yang dikandungnya. Di sampingnya seorang ibu muda yang juga sedang hamil, juga duduk di kursi. Lihatlah, mereka berdua adalah korban selera suami. Suami wanita muda itu berdiri di depan, mengawasi anaknya yang masih balita yang berlarian ke sana-kemari. Di bajunya –bocah mungil itu- tersemat sebuah pin PJID. Pearl Jam Indonesia.
Sedang aku, suami ibumu, berdiri tak jauh dari ibumu. takut kenapa-napa. Ini gempuran speaker raksasa pertamamu. Sebagai suami siaga, aku harus pandai membaca tanda-tanda. Aku harus sigap membawa ibumu menjauh jika dia menunjukkan tanda-tanda bosan atau tak suka. Tapi ibumu tenang-tenang saja, dan kamu juga, River. Bahkan hingga lagu Alive dan Yellow Ledbetter yang fenomenal itu.

Yellow Ledbetter. Inilah lagu yang membantuku melewati masa-masa sulit di zaman kuliah. Bagiku, ini adalah hymne yang hampir mantra, sekalipun aku tak benar-benar mengerti liriknya tentang apa. Tapi itulah Pearl Jam. Engkau tak harus mengerti untuk menyukainya. Seperti halnya kau tak akan mengerti Mohammad siapa yang mereka maksud di lagu Not For You. Restless soul, enjoy your youth. Like Mohammad hits the truth!, begitulah Eddie Vedder berteriak. Eddie sendiri pun tak pernah mengkonfirmasi Mohammad siapa itu. Tapi secara pribadi, saya menduga itu adalah Rasulullah Muhammad SAW, mengingat kedekatan Eddie Vedder dengan Yusuf islam a.k.a Cat Steven dan Nusrat Fateh Ali Khan.

Mungkin kamu bertanya, mengapa harus Pearl Jam? Ada jutaan band bertebaran di kolong langit ini, mulai dari yang menye’-menye’ seperti ST 12 hingga yang naudzubillah garang seperti Cradle of Filth. Kenapa harus Pearl jam?

Baiklah aku ceritakan, Nak.
Tapi besok ya.
Sudah hampir subuh. Ngantuk nih…

Iklan
Explore posts in the same categories: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: