Pantat Bayi

Pak Didin Hafidudin ngasih khotbah di jumatan kantor. Khotbahnya pendek saja, tentang satu larangan dan dua perintah Allah. Itu kemarin siang, dan saya hampir lupa. Tapi entah kenapa isi khotbah itu muncul lagi di pikiran saya ketika terbengong-bengong di depan tipi pagi ini.

Zapping semua channel. Ada banyak acara dakwah di televisi. Lili Rahmawati, Sahrul Gunawan, Ustadz Arifin Ilham di TPI, serta Mamah dan Aa di Indosiar. Semuanya bergantian memberi wejangan pada penonton yang baru bangun atau belum tidur, termasuk saya. Pagi hari iman memang masih lumayan tokcer. Setidaknya begitu menurut data Nielsen. Di slot itu Mamah dan Aa tak tertandingi. Audience share berkisar 20 persen.

Apalagi menjelang Ramadhan seperti ini. Suka nangis kalau ingat dosa. Dan makin nangis karena sadar susah banget ninggalin dosa-dosa itu. Perasaan dari tahun-tahun lalu sudah bikin tekad yang kayak gini. Tapi nggak berubah-berubah juga. Pengen rasanya mencontoh politisi yang gampang berubah. Hari ini di sini, besok sudah menclok di sana. Hari ini lawan, besok sudah kawan. Zaenal Maarif sudah menyeberang ke Demokrat, padahal kemarin dia ngegosipin SBY. Kamerad Adian Napitupulu sekarang di PDIP menyusul Budiman Sudjatmiko. Dita Indah Sari akhirnya ke PBR. Pengacara itu juga, sudah dari kapan tahu meninggalkan Golkar. Yang artis nggak usah disebut, nambah-nambahin huruf aja.

Politik itu memang kayak pantat bayi. Lucu montok menggemaskan tapi suka ada keluar pup tiba-tiba. Dan politisi itu kayak diapers (popok), harus sering diganti dengan alasan yang sama.

Iklan
Explore posts in the same categories: Uncategorized

4 Komentar pada “Pantat Bayi”

  1. sysca Says:

    emang bener bang…mw ramadhan gini biasanya suka nangis klo ingat dosa.
    politisi jg pada nangis ga’ ya bang? ingat diapers nya uda penuh belepotan ga’ diganti2…? hehehe….
    salam hangat bang Ochan…

  2. Pretty M Says:

    aeee, kalo politisi ga ingat diaper kali, mungkin inget celengean? hehe … dosa ya ngomongin orang lain, tapi gimana dong …

  3. nuru' ji Says:

    salam bro. aku mampir sejenak di kamar ini dan menyapa…
    tabe’ apa kareba saudara?
    tadi siang saya shalat jum’at di kantor bank bni. khutbahnya juga sederhana, tentang zikir politik. memang akhir-akhir ini di makassar jelang pilkada semua calon walikota, beramai-ramai menggelar zikir di kampung-kampung sampai menjual isak tangis..
    hehehe.. politik kaya pantat bayi…

  4. Dani 99 Says:

    hehehehhehehe…perumpamaan yang aneh!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: