Drunken Molen

Akhirnya saya bisa beli itu buku Drunken Molen. Di gramedia gatsoe. Saya bela-belain kabur dari kantor karena inibuku.com gak bisa ngirim segera. Di jalan pulang, saya tak sabar untuk segera membacanya. Karena pulang lewat lorong dan jalan kaki pula, jadi banyak orang yang melihat saya tertawa-tawa sendiri sepanjang jalan.

Alhasil, sampai di kantor, buku itu tinggal separuh lagi. Menyesal juga, kenapa saya tidak irit-irit bacanya, supaya lebih enak meresap. Saya ngumpet di pojok dekat studio, di mana banyak selebritis lewat mau syuting. Cut Tari, Bedu, dan Adul lewat bawa gitar. Saya jadi terharu. Kok mereka gak bisa lucu seperti Pidi Baiq ya.

Tapi karena masih harus kerja, saya harus berhenti sejenak menikmati Drunken Molen. Hari ini lumayan rame. Pinang Ranti masih panas, dan Si Jagal Jombang itu baru saja menambah korbannya jadi 11. Hamka Yandhu juga sudah mengakui siapa-siapa saja pejabat kampret yang kebagian duit korupsinya.

Panas sekali tanah ini. Selain kawan saya Arham Kendari dan Pidi Baiq, orang-orang sudah tak lucu lagi. Aku pikir, karena orang seperti mereka berdua inilah sehingga kiamat agak lambat datangnya.

Iklan
Explore posts in the same categories: Uncategorized

8 Komentar pada “Drunken Molen”

  1. ria Says:

    jadi penasaran dan pengen berburu drunken molen..
    lebih lucu mana dari JUK..

  2. arhamkendari Says:

    Tapada salama, Kanda.. 😀

  3. atut Says:

    kakak, yakin judul bukunya Drunken Molen?
    bukan ini kak?
    http://atutkus.multiply.com/reviews/item/1
    (biar si kakak berkunjung ke blog aku! hehehehe….!)

    “Selain kawan saya Arham Kendari dan Pidi Baiq, orang-orang sudah tak lucu lagi. Aku pikir, karena orang seperti mereka berdua inilah sehingga kiamat agak lambat datangnya”

    setuju banget!

  4. atut Says:

    bang ochan….
    maaf! maaf! banget!
    (sambil mengibarkan bendera putih yang panjangnya sepanjang sorbannya ajisaka!)
    ternyata aku yang salah….he…he…
    tidak seharusnya aku meragukan si abang kalo masalah pidi baiq&the panasdalam.
    ahhhh….menyesal sekali aku sudah berkomentar dan pake acara sok tau segala!
    ahhhh….menyesal sekali sudah mempermalukan diriku sendiri….!

    aku dah beli kok bukunya. ternyata baru terbit juli ini,
    jadi tahu darimana kalimat “sehingga kiamat agak lambat datangnya” itu berasal.

  5. yati Says:

    weh, iyo…kenapa itu anak satu bisa lucu begitu? :p *pura2 nda liat ada orangnya*

  6. abi_ai Says:

    poso ka ketawa chan, ada ji itu orangnya yang kaya(K) itu?
    mudah2an mendapatkan rahmat di sisi-Nya (kelak).

  7. Drunken Pidi Says:

    mampir boleh?

  8. tanteangga Says:

    bener kang,
    setuju-lahhh….
    pidibaiq mang lucu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: