Pinang Ranti

Suara murottal mengalun syahdu dari pengeras suara masjid. Dilantunkan oleh qori cilik entah siapa namanya seperti yang pernah aku dengar di kios penjual mp3 di pameran buku tempo hari. Orang-orang sudah sejak tadi selesai shalat azar. Hanya tampak beberapa orang polisi saja yang menyusul shalat dalam kelompok jamaah kecil. Yang lain masih mengambil air wudhu.

Di luar, sebagian besar polisi masih berjaga-jaga dengan tameng yang tersusun rapih dekat pagar. Jumlahnya mungkin sekitar dua ratusan, tersebar di beberapa RW.

Malam sebelumnya, dari pengeras suara yang sama itu, seseorang membangunkan warga yang sedang tertidur. Mengajak untuk berjihad. Tak lama, massa sudah terkumpul. Situasi mulai memanas. Hingga pukul 3 pagi, asrama putri yang terletak berhadapan dengan rumah warga itu sudah bolong-bolong ditimpa lemparan batu. Pagarnya rubuh. Malam itu juga, sekitar 250 mahasiswi Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar dievakuasi ke gedung kampus yang berjaraksekira 100 meter dari asrama. Asrama putra di tempat yang berbeda sudah terlebih dulu dirusak massa.

Sampai sore ini, situasi masih mencekam. Warga kembali berjaga-jaga karena tersiar kabar sekelompok preman sewaan berusaha memasuki kampung mereka.

Kemarin saya sudah bertemu dengan mahasiswi korban penyerangan, rektor, dan warga yang ikut menyerbu. Tapi tetap saja susah untuk memahami persoalan yang sebenarnya. Sama susahnya untuk bisa berbeda di negeri ini.
Mereka yang selalu ingin memindahkan Ambon dan Poso ke tempat lain, sepertinya tak pernah berhenti bekerja.

Iklan
Explore posts in the same categories: Uncategorized

3 Komentar pada “Pinang Ranti”

  1. ria Says:

    sepertinya, tidak menonton televisi 2 hari terakhir membuat saya ketinggalan berita,,
    apakah yang terjadi ? lagi?

  2. Iqbal Says:

    kembali terjadi peristiwa seperti ini, apakh kita sudah tidak berakal???

  3. Pretty M Says:

    tulisannya bagus2, mengungkap sisi lain dari suatu berita.

    salam kenal ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: