Arsip untuk Juni 2008

Gambar

Juni 24, 2008

Tadi dua orang polisi datang ke kantor. Bukan sembarangan polisi. Keduanya mengaku dari unit Keamanan Negara, unit yang biasanya menangani masalah-masalah politik yang sensitif. Atas perintah atasannya mereka datang, dan atas perintah bos saya, saya menemui mereka.  Ngobrol sekitar setengah jam, mereka sudah dapat apa yang mereka mau. Copyan gambar polisi menabrak mahasiswa yang sedang berdemo di depan gedung DPR. Konon namanya Arfi atau Arif, mahasiswa IAIN Jambi. Saya tidak mau mengomentari gambar itu. Yang pasti gambar itu eksklusif dan cuma tayang di stasiun kami. Itulah kenapa polisi itu bela-belain datang bertamu. Itu materi berharga untuk mengukur akan seberapa rusuh beberapa hari ke depan ini.

Hari ini memang agak rusuh, di lapangan maupun di kantor. Hampir semua tim gak memenuhi assignment-nya. Fanny gak dapat sidang Artalyta, dan Ryan gak dapat polisi bersepatu roda. Untung ada Tidi  bersama Mas Dono yang dapat gambar ‘durian runtuh’ itu. Dan jadilah situasi mulai memanas: dua polisi itu datang, dan seorang Menteri menelepon bos saya. Demi keamanan negara, besok gambar itu mungkin gak boleh lagi tayang. Biar saja. Saya tidak peduli. Tunggu saja, besok akan mereka bawa kemana  lagi isu ini bergulir.