the cameraworks

High angle. Menunggu adzan azar di teras belakang ditemani segelas kopi, sambil menonton orang yang datang dan pergi di parkiran bawah. Hari libur yang tetap ramai. Ada persiapan panggung untuk besok. Panggung kebangkitan. Mungkin mereka pikir keterpurukan negara ini bisa bangkit dengan selagu dua lagu. 

Eye level. Di kejauhan,  mobil-mobil tampak bergerak pelan, terseok-seok mendaki fly over Pancoran. Dari tempat ini, saya bisa melihat setinggi mobil-mobil itu.

Di ruang pantry, terhalang kaca, 3 orang kameramen sedang membahas teknis kamera. Saya sempat mendengar sebagian obrolan mereka ketika lewat tadi. Tentang golden moment. Itu ketika matahari mulai menanjak di pagi hari, sekira pukul 6 hingga 9 pagi. Dan ketika matahari mulai menukik di sore hari, sekira pukul 3 hingga 6 sore.

Itu waktu di mana cahaya matahari bersinar paripurna, dan semua warna akan tertangkap jauh lebih indah di kamera.

Akankan hidup seperti itu pula. Mungkin indah hanya ketika mulai menanjak dan menukik berakhir. Rasa-rasaya hanya ketika fajar dan senja pendar-pendar warna terindah akan keluar dan menghibur mata.  Waktu yang tidak lama.

Setelah fajar, tiba-tiba kita sadar bahwa hidup harus diperjuangkan. Lalu kita membabi buta. Dan menjelang senja, seketika kita ingat bahwa hidup akan segera berakhir. Hanya diberi sedikit peringatan oleh warna kuning jingga serupa telur dadar. Yang sebentar lagi juga tenggelam di batas cakrawala.

Dan demikianlah saya merasa ada yang salah dengan hidup saya selama ini. Mungkin jalurnya. Banyak yang perlu dibenahi. Tidak terlalu elok dilihat di view finder.

Allah,  aku tahu Engkau tak hanya melihat dengan Bird’s Eye View. Engkau punya semua angle, yang tak bisa dilakoni oleh kamera paling mutakhir sekalipun.

Engkau Maha Melihat. Terima kasih masih Engkau biarkan hidupku terekam. Jangan kasih scratch lagi

glossary:

High Angle: In this shot the camera looks down on the subject, decreasing its importance. The subject looks smaller. It often gives the audience a sense of power, or makes the subject seem helpless.

Eye level:  A fairly neutral shot; the camera is positioned as though it is a human actually observing a scene, so that eg actors’ heads are on a level with the focus. The camera will be placed approximately five to six feet from the ground.

Viewfinder: The device through which the camera operator views the scene being photographed. The camera viewfinder is a miniature televison monitor.

Bird’s Eye View: This shows a scene from directly overhead, a very unnatural and strange angle. Familiar objects viewed from this angle might seem totally unrecognisable at first (umbrellas in a crowd, dancers’ legs). This shot does, however, put the audience in a godlike position, looking down on the action. People can be made to look insignificant, ant-like, part of a wider scheme of things. Hitchcock (and his admirers, like Brian de Palma) is fond of this style of shot.

Scratch: apa ya…? gak tau. rusaklah pokoknya! 

Iklan
Explore posts in the same categories: Uncategorized

One Comment pada “the cameraworks”

  1. aji Says:

    bagus, kiasan yg apik…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: