Umur saya baru delapan tahun ketika mendengar tentang Sukardal. Saya masih belajar membaca, dan dengan susah payah mengeja berita itu di koran yang selalu Bapak bawa pulang dari kantor. Bapak saya, seorang PNS yang tak mau ketinggalan informasi, berlangganan 1 koran mingguan dan 2 koran harian plus tabloid Bola. Bola masih jadi sisipan Kompas ketika [...]
Archive for Mei, 2008
Sukardal dan Kasifah: yang Tercecer di Pendakian
Mei 25, 2008setelah kebangkitan
Mei 21, 2008saya mengira setelah tadi malam, saya telah bermetamorfosa. Setelah dua anak kecil pembawa obor itu menyulut api kaldron, saya bahkan sempat terhinggapi rasa jumawa telah menjadi orang Indonesia yang baru: yang bisa bangun lebih pagi. Ternyata tidak.
Tadi malam, di stadion utama Gelora Bung Karno, saya termasuk di antara seratus ribu orang yang membalas berteriak “bisa!” [...]