seumpama kau masih di situ; tolong ingatkan: aku berjalan sejauh ini; demi sebuah toko roti yang akan kita beri nama seperti nama kita:
scotts road, s’pore. 250407:13.00
Archive for April, 2007
toko roti
April 25, 200713600+
April 21, 2007Sekarang 13600 sekian-sekian. Belum selesai. Seperti aku dengar Eddie Vedder berteriak: Love Boat Captain! Sungai-sungai menyala di depan Esplanade. Tunggulah. Akan kukirim kepadamu puisi yang lebih panjang, melalui kurir setia air hujan. Tak pernah bilang, “kembali ke pengirim, alamat tak dikenal!”
Rindu, kamu tahu, tak boleh kembali seperti gema.
[ s'pore-m'sia-s'pore so far, 15-... 04-07]
13300
April 13, 200713300. Saya tidak tahu apa masih bisa menghentikannya. Setap hari dia bertambah seperti kelinci beranak pinak. Mungkin sepulangnya nanti kita selesaikan.
Tadi siang saya bertemu perempuan muda yang di tangannya seuntai tasbih tak pernah lepas. Berkerudung, mungkin telah menjadi ibu. Wajahnya cerah, tapi tampak sedikit memerah karena flu. Beberapa kali dia meraih lembar tisu di atas meja, meminta [...]
Titik
April 12, 2007Tadi siang kami mengantar Bang Nova ke peristirahatan terakhirnya di Tanah Kusir. Tadi malam dia berangkat. Koma itu telah berakhir titik.
Semoga tenang kau di sana, Bang!
Nova
April 3, 2007Baru pulang dari RSCM, menjenguk Bang Nova. Sudah terlalu malam, jadi tak boleh masuk ke ruang ICU. Saya, Ewin, Jafar, dan Ocie, hanya boleh melihat dari jauh saja. Terhalang kaca. Ocie ngobrol dengan istrinya, seorang perempuan yang bersedih.
Ini hari kesekian Bang Nova tidak sadarkan diri. Dia dibawa ke RSCM sudah dalam keadaan seperti itu. Sebagai [...]
Mahmoud
April 2, 2007“Bagaimana mungkin seseorang bisa disebut baik kalau sekian banyak orang miskin tak terlihat olehnya?”
–Mahmoud Ahmadinejad–